Tag Archives: Sujiwo Tejo

Cerpen – Cerpen Terbaik

10 May

Jawapos sebagai koran terbesar, dan terluas jaringanya,

Setiap hari minggu selalu menampilkan halaman sepesial, yaitu Cerpen dan Wayang Durga. Cerpen Diisi oleh cerpenis-cerpenis ternama, sedang Wayang durga di isi tetap oleh sujiwo tedjo.

silahkan anda nikmati hasil karya-karya beliau, yang sangat mengaduk-aduk perasaan pembacanya.

Anda Ingin langganan Jawa pos? Hubungi Agen koran terdekat..

Jajak Pendapat Para Dewa

18 Apr
[ Minggu, 18 April 2010 ]

SEKJEN para dewa, Batara Narada, kaget melihat asap rokok mengepul-ngepul dari bumi sundul kahyangan. ”Ini pasti banyak orang NU klepas-klepus. Mereka pasti kumpul-kumpul atau rapat menyambut 100 hari wafatnya Gus Dur,” pikir dewa yang murah senyum itu.

Perasaan Batara Guru membenarkan dugaan Narada. Dewa yang merajai Kahyangan Junggring Saloka itu membatin, ”Tidak mungkin asap rokok ini berasal dari pertemuan orang-orang Muhammadiyah. Mereka kan cenderung mengharamkan ngudut.

Dewa Bayu yang menguasai angin berfirasat lain. Ayah angkat Bima dan Hanuman ini punya feeling, pasti ini gara-gara lakon Hanuman Obong berulang di muka bumi.

Itulah lakon ketika Hanuman menyusup ke Alengka untuk menyelamatkan Dewi Sinta. Hulubalang Alengka kemudian membakar Hanuman. Ngamuklah putra Dewi Anjani ini. Dengan api yang berkobar di sekujur tubuhnya ia melompat-lompat di atap-atap rumah penduduk hingga nyaris seluruh rumah di Alengka dilanda raja merah. Dahana menjalar, merata di seluruh negeri. Asapnya membubung sampai kahyangan.

Continue reading

Ki Markus Sabdo Guru Wayangku

11 Apr
[ Minggu, 11 April 2010 ]

HARI ini orang tersabar sak Indonesia itu Pak Markus. Bapak-ibunya susah-susah kasih nama Markus. Upacara penamaannya pakai selamatan segala. Pakai segala uba-rampe dari semur sampai tahu gunting. Terbukti bayi Markus menjadi orang yang berbudi di kemudian hari. Baik pula sama tetangga. Eh, tahu-tahu ”Markus” dipelesetkan jadi ”makelar kasus”. Tapi Pak Markus tetap tenang-tenang saja. Ndak cuma dimlencengno oleh orang-orang se-RT/RW-nya. Tapi sak Nusantara! Dan Pak Markus masih juga tetap kalem-kalem saja.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.