Archive | Wayang Lindur RSS feed for this section

Amir Membolos… Kata Bu Guru…

1 Aug

Lokasi : TK Senayan CeriaPONOKAWAN perempuan, Cangik dan anaknya, Limbuk, punya nazar. Mereka akan mbalekno KTP ke kelurahan. Dua-duanya tergugah tekad Bu Sutarti dan Bu Rusmini. Kedua janda pahlawan itu kan bakal mengembalikan ke negara sertifikat kepahlawanan mendiang suami mereka. Ya kayak gitulah kalau sampek pengadilan tega-teganya ngetuk palu menyalahkan keduanya lantaran didakwa nyerobot rumah dinas.

Ndak cuma itu. Bu Sutarti dan Bu Rusmini mengancam akan membongkar kuburan suaminya di Taman Makam Pahlawan. Buat apa negara pura-pura hormat ke almarhum suami mereka dengan kasih pusara nduk Kalibata, kalau nyatane janda-janda kusuma bangsa itu dikuyo-kuyo.
Continue reading

Advertisements

Terenyuh Sepasang Duda di Maliawan

11 Jul

SEPASANG duda di gunung Maliawan. Wajahnya sendu. Keduanya bergerak ke Istana Guakiskenda. Jaraknya masih bergunung-gunung. Nun di balik gunung terakhir, di bekas istana raja raksasa Maesasura itu bersinggasana Resi Subali. Sosoknya kera. Matanya tajam. Dan ia sakti. Dasamuka dan Dewa Indra di kahyangan bahkan takluk. Permaisuri Resi Subali itulah Dewi Tara.

Dewi Tara…Dewi Tara..Putri Batara Indra. Engkaukah itu, perempuan ayu yang mendudakan banyak lelaki?

Duda pertama Sugriwa namanya, adik kandung Resi Subali. Wujudnya juga rewanda, monyet. Ia pun sakti. Tak aneh, keduanya putra Resi Gotama yang digdaya di Gunung Sukendra. Namun sesakti-sakti Sugriwa apalah artinya dibanding Subali.
Continue reading

Dongeng Cinta Sadewa – Rasawulan

9 May
Minggu, 09 Mei 2010 ]
Dongeng Cinta Sadewa – Rasawulan
Ada janur kuning melengkung di Bumirawatu, Ksatrian Raden Sadewa. Raden Sadewa, bungsu Pandawa, akhirnya menikahi Dewi Rasawulan. Mulanya dia emoh. Sadewa memang penggemar berat lagu Koes Plus, Bujangan. Sepanjang hidup ia ingin jadi perjaka. Tapi, akhirnya mantenan juga. Melengkunglah janur kuning di Bumiratawu alias Wukiratawu.

”Kamu ngerti makna janur kuning, Nduk?” tanya Cangik, ponokawan perempuan kepada anaknya, Limbuk.

Mudeng, Mak. Dalam uba rampe pernikahan, hiasan tebu itu maksudnya….”

Continue reading

Jajak Pendapat Para Dewa

18 Apr
[ Minggu, 18 April 2010 ]

SEKJEN para dewa, Batara Narada, kaget melihat asap rokok mengepul-ngepul dari bumi sundul kahyangan. ”Ini pasti banyak orang NU klepas-klepus. Mereka pasti kumpul-kumpul atau rapat menyambut 100 hari wafatnya Gus Dur,” pikir dewa yang murah senyum itu.

Perasaan Batara Guru membenarkan dugaan Narada. Dewa yang merajai Kahyangan Junggring Saloka itu membatin, ”Tidak mungkin asap rokok ini berasal dari pertemuan orang-orang Muhammadiyah. Mereka kan cenderung mengharamkan ngudut.

Dewa Bayu yang menguasai angin berfirasat lain. Ayah angkat Bima dan Hanuman ini punya feeling, pasti ini gara-gara lakon Hanuman Obong berulang di muka bumi.

Itulah lakon ketika Hanuman menyusup ke Alengka untuk menyelamatkan Dewi Sinta. Hulubalang Alengka kemudian membakar Hanuman. Ngamuklah putra Dewi Anjani ini. Dengan api yang berkobar di sekujur tubuhnya ia melompat-lompat di atap-atap rumah penduduk hingga nyaris seluruh rumah di Alengka dilanda raja merah. Dahana menjalar, merata di seluruh negeri. Asapnya membubung sampai kahyangan.

Continue reading

Ki Markus Sabdo Guru Wayangku

11 Apr
[ Minggu, 11 April 2010 ]

HARI ini orang tersabar sak Indonesia itu Pak Markus. Bapak-ibunya susah-susah kasih nama Markus. Upacara penamaannya pakai selamatan segala. Pakai segala uba-rampe dari semur sampai tahu gunting. Terbukti bayi Markus menjadi orang yang berbudi di kemudian hari. Baik pula sama tetangga. Eh, tahu-tahu ”Markus” dipelesetkan jadi ”makelar kasus”. Tapi Pak Markus tetap tenang-tenang saja. Ndak cuma dimlencengno oleh orang-orang se-RT/RW-nya. Tapi sak Nusantara! Dan Pak Markus masih juga tetap kalem-kalem saja.

Pajak di Mantu Akbar…

4 Apr
[ Minggu, 04 April 2010 ]
Pajak di Mantu Akbar…
Ndak cuma Pak Ical yang mantu Nia Ramadani gede-gedean. Masih banyak tokoh yang ulem-ulem nikah anaknya sampai makan tempo sekian hari sekian malam. Dilihat buruknya, ya mana ada sih orang nggak ada buruk-buruknya. Bisa diomog itu jor-joran pemborosan di tengah, umpamanya, susahnya korban-korban lumpur Lapindo.

Cintaku Kandas di Genteng Kali

28 Mar
[ Minggu, 28 Maret 2010 ]

NAMANYA Bambang. Suka iseng orangnya. Konco-konconya di Gunung Sahari sering manggil dia Bagong. Nomor HP-nya banyak banget. Kalau lagi nyetir pas lalu-lintas macet, hatinya ndak ngrasani Cak Bambang D.H., wali kota Suroboyo. Wong mau wali kotanya siapa Surabaya tetep macet kok. Kota-kota lain juga macet kok. Ndak mau macet pindah zaman Majapahit saja.

Continue reading