Tag Archives: cerpen

Sarpakenaka

6 May

[ Minggu, 18 April 2010 ]

Sarpakenaka

PAK Karyono menatapku dengan tajam. Seperti tengah mengulitiku dengan kejam. Di luar langit mendung seolah mengekalkan pertemuan kami.

”Anak jadi akan membawanya pulang sekarang?” Pertanyaan yang semula sangat kuharapkan itu tiba-tiba terasa lain ketika benar-benar diucapkan. Memaksaku berpikir ulang dengan cepat dan keras. Waktu terus mengalir dengan deras. Menghantamku berulang. Apakah aku benar-benar ingin membawanya pulang. Jika tadi aku bersikeras untuk melihatnya, memaksa orang tua itu untuk memperlihatkan benda yang berbulan-bulan ini kucari dan lantas membawanya pulang, kini aku jadi balik bertanya pada diriku sendiri. Apakah aku benar-benar menginginkannya. Apa pentingnya. Bukankah aku sudah berhasil mengumpulkan seluruh cerita. Lengkap. Dari hulu ke hilir. Seluruh pertanyaanku sudah menemukan jawabannya. Keberadaan benda itu tak lagi jadi hal terpenting. Buat apa aku membawanya pulang dan menguburkannya di samping makam simbah. Bahkan mungkin simbah pun tak menginginkannya. Tapi seluruh pencarian ini akan berakhir. Harus segera kuakhiri. Entah bagaimana caranya.

Continue reading

Advertisements